DESA MIRIGAMBAR

Wilayah Desa Mirigambar terletak pada wilayah dataran rendah terletak pada ketinggian ± 90 m diatas permukaan laut , dengan luas 2,6 km2 atau 265,7 ha. Pusat pemerintahan desa Mirigambar terletak di dusun Gambar RT 02 RW 01 dengan menempati areal lahan seluas 1.120 m². Jumlah penduduk desa Mirigambar sebanyak 5.569 jiwa yang tersebar di 2 Dusun, 6 RW dan 18 RT, Dari jumlah tersebut, terdiri dari laki-laki 2.828 jiwa dan perempuan 2.741 jiwa dengan tingkat pertumbuhan rata-rata selama 6 (enam) tahun terakhir 1,2 %, dengan tingkat kepadatan sebesar 2.142 jiwa/km2.

Sejarah Desa Mirigambar

             Pedukuhan Gambar sendiri terdiri dari dua blok, di antaranya blok Tamansari dan blok Jatisari. Blok Tamansari dibuka oleh orang yang bernama Djosari, sedangkan blok Jatisari dibuka oleh orang yang bernama Nojo Semitro. Kira-kira pada tahun 1825 akhirnya kedua orang tersebut menjabat kepala blok dalam wilayah pembukaannya. Adapun pada waktu itu Tamansari terbawah dalam kelurahan Wates, sekarang Domasan dan blok Jatisari terbawah kelurahan Sumberingin.

             Di desa Kembangan ada sebidang tanah wingit yang tidak dibuka, lantas diserahkan kepada Djosari kepala blok Tamansari, Djosari diperbolehkan membuka tanah tersebut dan akhirnya dijadikan bengkoknya pamong desa blok Tamansari. Inilah riwayat, maka tanah bengkok kelurahan Mirigambar terpisah, tidak bergandengan dengan desa Mirigambar.

             Pada suatu waktu kepala blok Jatisari melarikan diri akibat tekanan dari pemerintah Belanda, kira-kira pada zaman cultuwstelsel, lantas tidak ada seorang pun yang mau dijadikan kepala blok. Demang Wates mempunyai seorang anak laki-laki yang suka menjadi kepala blok Jatisari, adapun soal bengkoknya cukup dari desa Wates asalkan blok Jatisari mau terbawah desa Wates. Akhirnya blok Jatisari memisahkan diri dari kelurahan Sumberingin, menggabungkan ke kelurahan Wates.

             Setelah kepala blok Jatisari meninggal dunia, bangkok yang asal dari kelurahan Wates diminta kembali oleh kepala desa Wates, tetapi penduduk Jatisari tidak mengizinkan, akhirnya lantas tempatnya saja ditukar desa Wates yang bergandengan dengan bengkok Tamansari yang asal dari desa Kembangan. Blok Tamansari tidak mempunyai minat membikin kepala blok lagi, lantas menggabungkan diri ke blok Tamansari menjadi satu pedukuhan yang terbawah kelurahan Wates. Kira-kira pada tahun 1870, padukuhan Tamansari dijadikan kelurahan dengan kepala desanya bergelar Demang mempunyai kewajiban memimpin desa Sanan desa Kembangan dan desa Sambidoplang.

             Ketika Djosari berladang di tegal nya menemui suatu tanah putukan, lama kelamaan putukan tersebut kelihatan ada batu-batu merah yang bergambar, setelah dilaporkan kepada atasan lantas digali, maka ternyata bahwa putukan tersebut gambar-gambar relief candi. Mulai dari itu desa Tamansari beralih nama menjadi Desa Gambar, adapun candi tersebut lantas dijadikan punden oleh penduduk kelurahan Gambar.

 

Riwayat Cikal Bakal Pedukuhan Miridudo

             Menurut keterangan dari tetua desa, yang membuka padukuhan Miridudo yaitu orang yang bernama Karto Djopo, kira-kira pada tahun 1830. pada mulanya pedukuhan miridudo masuk wilayah kelurahan Domasan yang sekarang Wates. Adapun asal-usulnya nama, ketika Miridudo masih merupakan hutan, ada sebatang pohon Kemiri yang amat besar, pohon kemiri tersebut amat ajaib karena buahnya berbeda dengan kemiri lainnya. Satu buah kemiri hanya berisi satu biji, menjadi duda, hingga kemiri tersebut menjadi pilihannya para pengadu kemiri yang jauh, konon ada yang dari Trenggalek datang ke Miridudo hanya perlu mencari buah kemiri ajaib tersebut. Mulai saat itu pedukuhan lantas disebut Miridudo.

             Adapun riwayat punden, hanya ada sebuah batu di tepi sungai yang dianggap keramat oleh penduduk, tatkala pendukuhan Miridudo terkena wabah penyakit sehingga banyak penduduk yang mati, ada seorang tabib yang meramalkan, jika punden tidak dipindahkan tidak akan sembuh. Hingga akhirnya punden tersebut dipindahkan ke suatu kuburan di bawah pohon jambu. Adapun riwayat kubur tersebut, ada seorang penduduk yang melahirkan anak bungsu lantas meninggal. mayat anak itu lantas dikuburkan di bawahnya pohon jambu dengan diberi nama Mas Gono, pohon jambu masih hidup hingga sekarang (tahun 1955).

             Seperti halnya dengan pedukuhan gambar, kira-kira pada tahun 1870 pedukuhan Miridudo melepaskan diri dari kelurahan Domasan. Didirikan kelurahan sendiri dengan kepala desanya bergelar Demang, memimpin desa Kambingan dan Bandil. Kademangan Gambar dan Miridudo berlaku sampai kira-kira tahun 1906.

             Pada tahun 1919 desa Gambar dan Miridudo digabungkan menjadi satu, nama kelurahan diganti Mirigambar. Dengan perjanjian desa yang tidak ketempatan kepala desa, diberi kepala pedukuhan atau biasa disebut Uceng, dan selanjutnya Desa Mirigambar dibagi menjadi 2 dusun yaitu :

  1. Dusun Gambar
  2. Dusun Miridudo

             Setelah Indonesia merdeka, desa Mirigambar telah mengalami beberapa masa kepemimpinan, yaitu:

  1. Ponco Kromo 1907 – 1921
  2. Wasito Darmo 1921 – 1922
  3. Sonokariyo 1922 – 1923
  4. Kriodarmo 1923 – 1926
  5. Sokarno 1926 – 1947
  6. Kasanredjo 1947 – 1968
  7. Imam Mujono 1968 – 1990
  8. Winardi KM                             1990 – 1998
  9. Puguh Setyan D 1998 – 2007
  10. Kristina Damayanti, A.Ma 2007 – 2013
  11. Nasrudin 2013 – 2019
  12. Nasrudin 2019 – sekarang

Wilayah Desa

0
Dusun
0
Rukun warga
0
Rukun tetangga
Wilayah Dusun
Batas Wilayah

Visi & Misi

Terwujudnya Desa Mirigambar Yang Aman, Rukun, Damai, Sehat, Sejahtera, Berdaya Saing, Berbudaya dan Bermartabat

  1. Meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan desa Mirigambar.
  2. Meningkatkan keehatan, kebersihan desa serta mengusahakan jaminan kesehatan masyarakat melalui program pemerintah.
  3. Menyelenggarakan pemerintah desa dengan tata keloloa yang baik dan benar.
  4. Memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dan melakukan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan daya saing desa.
  5. Menjalin kerjasama yang baik dengan lembaga pemerintah desa (BPD, LPM, RT, RW, dll.) demi untuk pembangunan desa Mirigambar.
  6. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan mewujudkan badan usaha milik desa (bumdes) dan program lain untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa, serta meningkatkan produksi rumah tangga kecil.
  7. Mengkoordinasikan pembangunan infrastruktur yang bisa mendukung terciptanya ekonomi produktif pedesaan, serta meningkatkan sarana dan prasarana darisegi fisik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, olahraga, seni, dan kebudayaan di Desa.
  8. Membina dan melestarikan kesenian, peninggalan-peninggalan sejarah dan khas budaya yang ada di desa Mirigambar.
  9. Melaksanakan pembinaan masyarakat desa untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis, toleransi, dan saling menghormati dalam bermasyarakat, berbudaya, dan beragama.

 

Perangkat Desa

Perangkat Desa DESA MIRIGAMBAR periode 2019-2025

H. NASRUDIN

KEPALA DESA MIRIGAMBAR

DAINURI

SEKRETARIS DESA

MAKRUS

KEPALA WILAYAH MIRIDUDO

ROJIKAH

KEPALA WILAYAH GAMBAR

KASIYAN

KASI PEMERINTAHAN

SUBANGI

KASI KESEJAHTERAAN

HARSONO

KASI PELAYANAN

ISMANTO

KAUR KEUANGAN

WELI WIDARTO

KAUR TU & UMUM

HARYAN

KAUR PERENCANAAN

MAHFUD

STAF KASI KESEJAHTERAAN

MULYONO

STAF KAUR PERENCANAAN

Ingin tahu statistik desa?

Semua data statistik tentang desa